tanggal
Selasa, 07 Februari 2012statistik






![]() | hari ini | 52 |
![]() | kemarin | 99 |
![]() | minggu ini | 151 |
![]() | bulan ini | 688 |
![]() | total | 36829 |
renungan
database
galery foto
waktu
| Apa yang kamu cari ? |
|
|
|
|
Firman Tuhan : Yohanes 1 : 35 - 38 Pelayan Firman : Pdt. Yohanes Limuria Bangsa Israel pada jaman perjanjian lama, apabila melakukan kesalahan ( dosa ) maka mereka harus membawa domba yang tidak bercacat cela dan berumur sekitar 1 tahun sebagai persembahan penembusan dosa dan diserahkan kepada Imam.
Dalam pembacaan kita, Yesus dilambangkan sebagai Anak Domba Allah karena Yesus lah yang menebus dosa umat manusia melalui kematian-Nya di kayu salib. Saat itu 2 orang murid sedang mengikuti Yesus dari belakang. Lalu Yesus menanyakan kepada mereka, "Apa yang kamu cari ? " Banyak orang mengikuti Yesus dengan maksud dan tujuan tertentu antara lain : 1. Mencari tempat tinggal Yesus ( Yohanes 1 : 38 ). Rupanya murid tersebut mencari Yesus dengan tujuan hanya untuk ke Surga. Memang tidak salah tujuan tersebut, tetapi alangkah sayangnya kalau hanya itu tujuan kita. Yesus bukan hanya berkuasa di Surga tetapi juga di dunia. Kita hanya mau mencari berkat tetapi kita lupa kepada siapa yang memberi berkat. 2. Mencari Yesus karena uang ( Yohanes 18 : 1 - 8 ). Yudas menghianati Yesus dengan menjual Yesus seharga 30 keping perak ( kurang lebih Rp.150.000 saat ini ). Banyak orang yang mencari Yesus untuk kepentingan pribadi. Apa artinya kita memiliki dunia ini bila jiwa kita binasa ? 3. Mencari pribadi Yesus ( Yohanes 20 : 11-15 ) Maria dalam keadaan sedih dan putus asa, datang mencari Yesus. Mungkin kita sedang hilang pengharapan, hilang iman, hilang kepercayaan, oleh sebab itu carilah pribadi Yesus. Dia rindu kita ada bersama - sama dengan-Nya. Yesus pasti memberi jawaban tepat pada waktunya dan yakinlah kalau jawaban tersebut merupakan jawaban yang terbaik untuk kita.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |



























Ringkasan kotbah hari minggu 5 Oktober 2008