tanggal
Selasa, 07 Februari 2012statistik






![]() | hari ini | 60 |
![]() | kemarin | 99 |
![]() | minggu ini | 159 |
![]() | bulan ini | 696 |
![]() | total | 36836 |
renungan
database
galery foto
waktu
| berjalan dengan iman, bukan pikiran |
|
|
|
|
Firman Tuhan : Yesaya 55 :8-9 (oleh Pdt. Y. Rahmatulloh). Apa yang direncanakan Tuhan seringkali sulit untuk bisa diterima oleh akal sehat manusia. Contohnya adalah Perjamuan Kudus, bagi orang dunia yang melihat bahwa inilah tubuh dan darah Yesus yang dimakan dan diminum sehingga mereka sulit untuk menerimanya. Pikiran Tuhan setinggi langit dibandingkan dengan pikiran manusia sehingga apabila kita mau menerima Yesus, jangan menggunakan pikiran kita tetapi menggunakan iman kita. Contoh lain adalah: 1. Pelajaran matematika kita dengan matematika Tuhan berbeda. Semua yang logika dan masuk akal adalah pikiran manusia. 1 + 1 = 2 tetapi matematika Tuhan berbeda. 5 + 2 : 5.000 = 12 ( 5 roti dan 2 ikan yang dibagikan kepada 5.000 orang, masih menghasilkan 12 bakul roti). 2. Pelajaran olahraga dunia, bila ingin mendapat nilai, maka seseorang harus bisa berenang sampai pada batas yang telah ditentukan tetapi Yesus malah berjalan di atas air. 3. Pelajaran agama, siapakah pencipta alam dan bumi ini tidak lain adalah Tuhan. Tetapi bagi Yesus, pencipta alam dan bumi adalah BapaKu. 4. Pelajaran IPA, Yesus bisa mengubah air menjadi anggur. Dalam 1 Korintus 1 : 18, " Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah ". Pemberitaan salib adalah kekuatan Allah sehingga jangan diterima oleh akal tetapi oleh iman. Filipi 1 : 29, " Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia". Bila ada penderitaan, itu merupakan hal yang harus kita alami yang digunakan Tuhan untuk bertumbuh dewasa. Bagaimana caranya agar kita bisa mengerti kehendak Tuhan ? 1. Meminta bimbingan Roh Kudus yang bisa membuka rahasia Tuhan. Yohanes 14 :26," tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu". 2. Meminta Roh hikmat dan wahyu. Efesus 1:17, " dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar". Biasanya hamba Tuhan sebelum berkotbah meminta agar diberikan hikmat dan wahyu. 3. Memikirkan perkara yang di atas. Kolose 3 : 2, " Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi ".
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |


























