|
Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 3 :1-10
Pelayan Firman : Pdt. Yohanes Limuria Apakah keinginan kita merupakan kebutuhan kita ? inilah yang menjadi pertanyaan bagi setiap orang sebab keinginan berbeda dengan kebutuhan. Apa yang kita inginkan belum tentu benar-benar yang kita butuhkan tetapi apa yang kita butuhkan tentulah itu yang kita inginkan. Kadang kita tidak mengerti dengan baik apa sebenarnya yang kita butuhkan dan apa yang tidak.
Melalui perikop yang kita baca, ketika Petrus dan Yohanes naik ke Bait Allah mereka bertemu dengan orang lumpuh di depan Pintu Gerbang Indah. Sungguh apa yang dialami orang lumpuh ini sesuatu yang tidak indah dimana setiap hari hanya mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang datang ke Bait Allah. Ketika Petrus melihat orang lumpuh ini, dia menaruh perhatian besar / istimewa kepadanya sama seperti Yesus yang menaruh perhatian penuh kepada Saudara dan saya. Dalam Matius 11:28, "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepada-Mu". Seringkali hidup kita dipenuhi masalah dan tekanan dari berbagai pihak oleh sebab itu Yesus datang untuk mengambil beban hidup kita dan memberikan damai sejahtera. Ketika Petrus mengatakan bahwa ia tidak memiliki emas dan perak maka orang lumpuh tersebut menjadi kecewa karena tidak mendapat apa yang dia inginkan tetapi betapa kagetnya orang lumpuh ini ketika Petrus mengatakan bahwa ia memiliki Yesus dan dapat membuat orang lumpuh itu berjalan. Petrus lalu memegang tangan kanan orang lumpuh tersebut dan membantunya untuk berdiri. Seketika itu juga kuatlah kakinya dan ia mulai berjalan kesana kemari serta melompat-lompat memuji Allah. Awalnya orang lumpuh tersebut hanya menginginkan emas dan perak tetapi sekarang ia mendapat kesembuhan total atau mendapat apa yang benar-benar dia butuhkan. Kebutuhan utamanya adalah agar dia bisa berjalan. Dengan dia bisa berjalan maka dia bisa bekerja dan tidak perlu mengemis lagi. Bukankah kita seringkali seperti si lumpuh ini yang tiap hari minta ini dan minta itu ? terkadang Tuhan tidak menjawab atas doa yang kita panjatkan bukan berarti Dia tidak mendengar tetapi Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan hidup kita yang utama. Tuhan memberkati.
|