|
Firman Tuhan : Yohanes 5 : 1-9
Pelayan Firman : Pdt. Yohanes Limuria Banyak kali dalam kehidupan kita sering mengalami kemacetan. Baik dalam rumah tangga, pekerjaan dan masa depan. Seperti mesin motor yang dipakai tetapi tiba - tiba macet dan tidak bisa jalan. Ada orang yang ingin naik gaji tetapi gajinya tidak naik naik juga. Ada pula orang yang ingin cari jodoh tetapi kelihatannya orang yang dinanti nanti belum kunjung datang. Hal inilah yang dialami oleh orang lumpuh selama 38 tahun yang berbaring di tepi kolam Bethesda.
Dinamakan kolam bethesda atau kolam pengasihan karena apabila malaikat datang dan menggoncangkan kolam tersebut maka orang yang pertama kali masuk setelah goncangan tersebut akan sembuh apapun penyakit yang dimilikinya. Ketika Yesus datang ke kolam Bethesda, Dia melihat ada orang yang lumpuh di situ. Ia lalu menghampirinya dan bertanya apakah orang lumpuh itu sungguh - sungguh ingin sembuh. mengapa Dia bertanya seperti itu ?karena orang lumpuh ini sering menyalahkan orang lain. Dia mengatakan bahwa tidak ada orang lain yang mau menurunkan dia apabila malaikat datang dan menggoncangkan kolam tersebut. Tidak ada orang yang peduli dan mengasihi dia. Kadangkala kita pun sering seperti orang lumpuh ini yang mulai menyalahkan orang lain. Sudah 38 tahun orang lumpuh ini tidak berusaha untuk mengatasi "kemacetannya" dan pasrah terhadap dirinya sendiri. Banyak anak Tuhan yang sedang mengalami kemacetan dalam rumah tangganya lalu mulai pasrah dan masa bodoh sama seperti orang lumpuh ini. Yesus bertanya kepada orang lumpuh ini (dan juga termasuk kita),'maukah engkau sungguh - sungguh sembuh ?" sebenarnya masalah ini bukan karena orang lain yang salah tetapi karena dari dalam diri kita sendiri. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kemacetan ini ? Bangkit, bangun, berusaha, bertindak untuk melakukan kehendak Tuhan. kadang kadang di hadapan kita sepertinya ada maut / kematian yang menghadang tetapi Tuhan mau agar kita bangkit, berjuang, berusaha jangan hanya pasrah saja. Contoh perempuan di kota Sarfat yang pasrah terhadap hidupnya dimana janda ini mengalami kemacetan karena dia tinggal memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak. Tetapi janda ini merupakan orang yang takut akan Tuhan. Dia bangkit dan mendengarkan apa yang diperintahkan Tuhan melalui Nabi Elia. Akhirnya perempuan ini mengalami mujizat dimana tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli - buli tidak berkurang. Mendengar suara Roh Kudus. Kita tenang dan mengambil saat teduh untuk memuji dan mendengar Firman Tuhan. Seringkali kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita sehingga lupa akan karya pertolongan Tuhan.
|