tanggal
Selasa, 07 Februari 2012statistik






![]() | hari ini | 62 |
![]() | kemarin | 99 |
![]() | minggu ini | 161 |
![]() | bulan ini | 698 |
![]() | total | 36839 |
renungan
database
galery foto
waktu
| Kesediaan menjadi alat keselamatan |
|
|
|
|
Firman Tuhan : Matius 1 : 18 - 25 Pelayan Firman : Pdt. Abdon A. Alasan mengapa orang Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai orang yang dijanjikan dalam perjanjian lama karena mereka kecewa mengapa Yesus harus lahir di kandang domba, bukan di istana raja. Mereka pun beranggapan bahwa Maria telah berselingkuh. Padahal, matius memberitakan bahwa sesungguhnya Yesus adalah orang yang dikandung dari Roh Kudus. Matius 1 : 18 " Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut : pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternayata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. " Gereja gereja reformasi, menyatakan bahwa Maria memang perawan sebelum dia menikah dengan Yusuf. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu mungkin bagi Allah. Karena Yusuf adalah suami yang tulus hati, ia tidak mau mencemarkan nama Maria dihadapan umum, maka ia mengambil keputusan yang tepat. Di dalam kebudayaan materialistik, hal yang terjadi pada Maria adalah suatu hal yang besar. Dalam Hukum Taurat, apa yang dialami oleh Maria bisa dijatuhi hukuman mati dengan cara dilempari batu. Tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Yusuf karena ia adalah orang yang tulus hati. Dalam konteks orang Yahudi, pertunangan mempunyai kekuatan hukum. Cara untuk membatalkan pertunangan adalah melalui pengadilan atau melalui menulis surat untuk menceraikan secara diam diam. Dalam keadaan yang sulit, Yusuf memilih untuk menceraikan Maria secara diam diam. Bisa saja Yusuf menempuh jalur hukum, tetapi karena ketulusan hati inilah, maka Yusuf mengambil satu langkah iman agar calon istrinya tidak sampai mengalami hal yang terburuk. Saat Yusuf mempertimbangkan maksud tersebut, malaikat Tuhan datang dalam mimpi. Ternyata Tuhan tidak membiarkan kita dalam kebingungan. Di saat kita dalam kedukaan, Dia akan menghibur. Di tengah krisis global, Dia mengatakan jangan takut. Bahkan persoalan yang kita hadapi sekalipun, Dia akan menyapa kita dan membuat kita kokoh dalam menghadapi masalah itu. Oleh sebab itu, kita harus melatih kepekaan kita terhadap rencana Tuhan bagi kita. Yusuf semakin mengerti apa maksud Tuhan dalam kehidupan dia, demikan pula seharusnya kita. tinggal bagaimana kita melatih kepekaan untuk mendengar Firman Tuhan, membangun hubungan relasi yang dekat dengan Tuhan sehingga kita mengerti maksud dan tujuan Tuhan.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |


























