|
Firman Tuhan : Mazmur 133:1-3
Pelayan Firman : Pdt. Jemmy Watulo Seperti minyak yang baik di atas kepala mengandung pengertian bahwa dalam setiap kehidupan yang kita jalani, kita memerlukan urapan Allah yang mengurapi kepala dan tubuh kita. Mengapa kepala terlebih dahulu diurapi ? karena di dalamnya terdapat pikiran yang seringkali menjadi ajang pertempuran antara manusia dengan kuasa kegelapan. Contohnya adalah ketika Hawa barjalan sendirian di Taman Eden, ia bertemu dengan ular dan terjadilah dialog. Pada akhirnya timbullah pemikiran Hawa untuk mau menjadi sama seperti Allah.
|
|
selengkapnya
|
|
|
Firman Tuhan : Mazmur 105 :1-6 (Oleh Pdt. Yohanes Limuria).
Kita diminta untuk bersyukur selalu kepada Tuhan. Bersyukur merupakan kata yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Bersyukur bukan sekadar ucapan tetapi harus disertai juga dengan tindakan yang nyata. Tuhan telah memimpin kita hingga saat ini tetapi masalahnya adalah apakah kita telah mengucap syukur kepada-Nya ? marilah kita belajar bersyukur kepada Tuhan dan Ia akan memberikan berkat yang lebih besa lagi.
|
|
selengkapnya
|
|
Firman Tuhan : Mazmur 84 :5-8
Pelayan Firman : Pdt. Yulius Bobane Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar dapat mengubah lembah air mata menjadi lembah mata air atau mengubah masa kesedihan menjadi sukacita yaitu : 1. Kita ada dan tinggal di dalam rumah Tuhan (ayat 5). Daud bersukacita ketika dikatakan orang kepadanya agar pergi ke rumah Tuhan.
|
|
selengkapnya
|
|
|
Firman Tuhan : Lukas 19:5
Pelayan Firman : Pdt. J. Sumolang Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata : "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu". Mengapa Yesus mau menumpang di rumah Zakheus ? bukankah ia seorang pemungut cukai ? Sebagaimana kita ketahui bahwa pada waktu itu pemungut cukai dianggap sebagai orang yang berdosa karena memungut pajak di luar batas kemampuan dan suka memeras. Lalu mengapa Yesus mau tinggal di rumah Zakheus ?
|
|
selengkapnya
|
|
Firman Tuhan : Filipi 4 : 13
Pelayan Firman : Pdt. G. Nainggolan,S.Th. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku". Mengapa Paulus dapat menanggung segala keadaan ? Dia pernah dipukul, didera, terombang - ambing di laut, kelaparan, bahkan dipenjara tetapi itu semua tidak membuatnya menjadi patah semangat melainkan terus maju untuk menyatakan kebenaran & kasih penyelamatan Tuhan.
|
|
selengkapnya
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |