tanggal
Selasa, 07 Februari 2012statistik






![]() | hari ini | 62 |
![]() | kemarin | 99 |
![]() | minggu ini | 161 |
![]() | bulan ini | 698 |
![]() | total | 36839 |
renungan
database
galery foto
waktu
| Kasih Allah melimpah |
|
|
|
|
Pelayan Firman : Pdt. Rasgo Porayouw Dalam penglihatan Nabi Yehezkiel tentang Bait Allah, ada air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci dan mengalir menuju ke timur. Dalam pasal 43, kemuliaan Allah masuk melalui pintu timur sementara di pasal 47 keluarlah air yang mengarah ke timur. Maksud dari semuanya ini adalah Bait Suci dipenuhi oleh kemuliaan Allah sampai keluar (meluber). Apa makna penglihatan ini bagi Bangsa Israel dan bagi kita yang hidup di akhir zaman ? 1. Bagi Bangsa Israel. Suatu waktu Daniel mempelajari Kitab Yeremia (Daniel 9:1-2) karena pada saat itu banyak berkeliaran nabi nabi palsu. Dalam kitab Yeremia, dijelaskan tentang 70 Tahun masa penawanan Bangsa Yehuda di Kerajaan Babel. Setelah mempelajari kitab tersebut, Daniel berdoa untuk Bangsa Israel dan Bait Allah. Daniel mengakui bahwa Bangsa Israel ditawan oleh Bangsa Babel karena dosa dan kesalahan nenek moyang Bangsa Israel itu sendiri (Daniel 9:16). Daniel membawa dalam doa apa yang dialami oleh Bangsa Israel dalam masa pembuangan. Lalu datanglah Nabi Yehezkiel, ia mendapat penglihatan Bait Allah dan melihat kemuliaan Allah keluar sampai meluber. Ini merupakan kabar gembira bagi Bangsa Yehuda karena dianggap sebagai petunjuk bahwa Bait Allah di Yerusalem akan berdiri kembali. Hal ini bisa terjadi asalkan mereka mau merendahkan diri, berdoa dan bertobat sehingga Allah akan melakukan pemulihan. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa pertobatan adalah kunci mendapat pemulihan. 2. Makna penglihatan ini bagi kita. Sejak Manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah. Dengan adanya penglihatan ini maka memberi petunjuk bahwa kita bisa memperoleh kembali kemuliaan Allah. Lalu apakah kemuliaan Allah itu sebenarnya ? kemuliaan Allah adalah keadaan yang sempurna dimana tidak ada air mata, tidak ada kematian dan tidak ada lagi ratap tangis. (Wahyu 21:4).
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |



























Firman Tuhan : Yehezkiel 47 : 1 - 5